Sinopsis Hwarang Episode 10 Part 1

Cafe Sinopsis. Sinopsis Hwarang Episode 10 Part 1. Tuan Ho mengecek apakah anaknya sudah menyelesaikan tugas yang diberikan Park Young Shil? Ban Ryu agaknya bimbang lagipula merusak gendang dan perayaan bukanlah tindakan sederhana. Apakah ayahnya sangat khawatir pada Park Young Shil?

“Aku melakukannya untukmu. Jika ini berhasil dengan baik, Ayah mu akan sangat bangga padamu.”

Ban Ryu tahu jika Ayah melakukan semuanya untuknya. Tapi Ayahnya sama sekali tidak memikirkan apa yang sebenarnya ia inginkan.

Sinopsis Hwarang Episode 10 Part 1

Kan Sung masuk ke ruang tempat alat musik di simpan. Sambil tertawa gila, ia mencabik semua kulit gendang yang ada disana.


“Apa semuanya berjalan lancar?” tanya Park Young Shil pada Tuan Ho. Tuan Ho memastikan jika semua berjalan sesuai rencana, dia sudah memeriksanya sendiri.



Dua anggota Hwarang terperangah melihat alat musik mereka sudah rusak semuanya. Asisten Ui Hwa panik menyarankan supaya mereka membatalkan pertunjukan, mereka tidak mungkin mempermalukan Hwarang. Ui Hwa masih bisa tenang memperhatikan kerusakan alat-alat musiknya.


Mental pasukan Hwarang sudah down duluan. Soo Ho menuduh Ban Ryu sebagai biang kerusakan alat musik mereka. Han Sung gigit jari, tamatlah sudah riwayat mereka. Mereka tidak akan bisa menari.


Sun Woo bersikap lebih tenang dari yang lain dan menatap Woo Reuk “Tidak. Jika ia orangku kenal tak akan berakhir seperti ini.”



Ban Ryu kembali ke tenda tempat Hwarang berkumpul. Ia berjalan mengabaikan tatapan curiga mereka padanya. Ia berniat mengenakan seragam merah yang digunakan untuk tampil dalam pertunjukkan. Soo Ho dengan emosi menarik kerah bajunya “Apa itu rencanamu dari awal? Dasar kau...”

Yeo Wool menahan Soo Ho supaya tidak terjadi keributan yang lebih parah. Soo Ho memperingatkan kalau sampai acara gagal karena dia. Ia tak akan melepaskannya dan mengakhiri hidupnya.


Sun Woo duduk menemani Woo Reuk yang pusing menatap alat musik yang sudah rusak semuanya. Ia bertanya apa Woo Reuk ingin menyerah begitu saja. Woo Reuk tidak terima, memangnya dia pikir dirinya siapa?

“Seorang pria gila tua dari desa Mang.” Celetuk Sun Woo.

“Aku Woo Reuk. Ahli musik.” Rutuknya dengan kesal. Woo Reuk terus berfikir saat memperhatikan beberapa baskom dan kayu-kayu yang ada disana.



Putri Sook Myung menyesap teh sambil bertanya apakah benar telah terjadi masalah? Ui Hwa tenang, justru masalah yang sesungguhnya belum terjadi. Sook Myung terpancing mendengar ucapan Ui Hwa, apakah dia berniat mempermalukan keluarga kerajaan? Apa dia tak mampu mengendalikan Hwarang? Apapun yang terjadi, Hwarang tetap harus menyelesaikan pertunjukan ini.

“Ya. Aku akan mengingatnya Putri Sook Myung.”



Tidak selang lama kemudian, anggota Hwarang sudah berada diatas panggung dengan alat musik buatan Woo Reuk. Ia mengganti gendang yang rusak dengan kotak kayu yang ia tutup dengan kulit binatang kering dan diikat.

Penonton berkasak-kusuk memperhatikan alat musik yang tidak lazim mereka lihat. Namun anggota Hwarang dengan percaya diri mempertontonkan kemampuan mereka.


Tiba waktunya Sun Woo, Yeo Wool, Ji Dwi, Soo Ho, Han Sung, dan Ban Ryu naik ke atas panggung mempertunjukkan tarian pedang mereka. Mereka melakukan tarian pedang itu dengan lancar. (Dalam tarian ini sendiri emang terkesan modern, kayak ada gerakan SHINee Sherlock –nya pula. Katanya sih pas interview, Min Ho, V, sama Hyun Sik ikut andil bikin gerakan tariannya).

Semua orang memberikan tepukan gemuruh diakhir penampilan mereka. Mereka berenam pun tampak puas dengan penampilan mereka sendiri.


Pementasan berakhir dengan sempurna. Park Young Shil geram dengan keberhasilan mereka, ia pun bergegas meninggalkan tempat duduknya tepat saat pertunjukkan berakhir.


Ratu Ji So puas akan hasil yang ditujukan oleh anggota Hwarang. Ia menatap Ui Hwa dan Ui Hwa balas menunduk hormat ke arahnya.



Soo Ho berlarian kesana kemari memeluk anggotanya dengan bahagia. Dia memeluk Ji Dwi dan Sun Woo bergantian. Mereka semua sangat puas, mereka bisa memetik hasil dari kerja keras latihan mereka selama ini.

Tanpa Sun Woo sadari... seseorang dari kerumunan penonton tampak terus memperhatikannya.



Ratu Ji So sudah ada ditendanya dan menatap A Ro yang tidak sadarkan diri disana. Pengawalnya mengatakan jika A Ro sepertinya mendengar pembicaraannya dengan Raja. Kontan Ratu menarik pedang milik pengawalnya namun ketika hendak menghunuskannya ke leher A Ro, ia tampak gamang.


Sedetik kemudian, tampak pengawal Ratu Ji So memanggul karung besar keluar dari keramaian tempat pertunjukkan.



Perintah Ratu Ji So supaya Ji Dwi menikah dengan Sook Myung masih terus terngiang dalam pikirannya. Ia berjalan sendirian dan tanpa sengaja melihat pengawal Ratu Ji So mengangkut karung besar yang berisikan sesuatu. Ji Dwi memicingkan matanya dengan penasaran.

Pa Oh datang dengan tergesa-gesa untuk mengabarkan berita penting. Sepertinya dia mendengarnya. Ia mendengar pembicaraan Ji Dwi dengan Ratu Ji So.

“Maksudmu apa? Siapa?”

“A Ro.”

“Jadi dia tahu siapa aku?”

“Ya.”


Ji Dwi baru menyadari jika karung yang dibawa pengawal kerajaan tadi adalah A Ro. Dia tidak bisa membiarkannya! Dia tidak bisa membiarkan A Ro mati! Ji Dwi berlari dengan panik mengejarnya.

Pa Oh menghalangi Ji Dwi untuk masuk ke istana, jika A Ro hidup maka akan berbahaya bagi dirinya sendiri. Ji Dwi tidak perduli, kalau sampai A Ro mati maka dia akan melihat betapa berbahanya dia.


Karena belum bertemu dengan A Ro sedari tadi, Sun Woo juga tengah mencari-carinya dengan panik.



Pengawal Ratu menghadapkan A Ro pada Ratu. Ratu bertanya apakah A Ro melihat wajah Raja?

“Jika.. jika Ji Dwi adalah Raja. Aku melihatnya.” Jawab A Ro gemetaran.

“Aku tahu ayahmu Ahn Ji. Kau mirip seperti ibumu.”

“Kenyataan Anda membenci ibuku, Aku juga tahu.”



Ratu mengaku berfikiran untuk melepaskan A Ro tapi sepertinya dia tidak punya pilihan selain membunuhnya. Ia pun memerintahkan pengawalnya untuk mengakhiri hidup A Ro. Pengawal Ratu bersiap menghunuskan pedangnya. A Ro semakin gemetar ketakutan, ia meminta pertolongan, selamatkan nyawanya. Beruntung ketika pedang hampir menebas A Ro, Ji Dwi datang dan menahan pedangnya. 

Dia berbicara dengan penuh kemarahan “Berlutut! Aku adalah tuanmu!”

Tak punya pilihan, pengawal Ratu pun langsung berlutut dihadapan Ji Dwi.



“Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak tahu seberapa keras aku melindungimu?” Ratu Ji So murka.

Raja mengklaim jika A Ro adalah orangnya. Dia satu-satunya orang Silla yang bisa menghiburnya oleh karena itu ia akan menjaganya. 

“Sam Mek Jong!” bentak Ratu.

“Aku bukan Sam Mek Jong! Aku Jinheung! Raja negeri ini!”


Ji Dwi membawa A Ro pergi meninggalkan istana. Ratu Ji So geram bukan kepalang, dia harus memisahkan mereka berdua. Bagaimana pun caranya.



Dalam perjalanan pulang, A Ro masih ragu dan memastikan sekali lagi apakah Ji Dwi benar-benar Raja? Ji Dwi membenarkan. Kenapa? Kenapa dia tidak bertanya apapun? Ia telah mengetahui rahasia terbesar negeri ini.

A Ro hanya mengingat segala hal yang ia lakukan pada Ji Dwi selama ini. Mengatainya mesum, mengakupuntur kakinya sampai dia tidak bisa bergerak dan menyinggung masalah ibunya dengan kasar. A Ro terus menunduk khawatir, apa dia akan membunuhnya?

“Karena kita mengenal satu sama lain, aku akan membiarkanmu memilih cara bagaimana kau mati. Apa pendapatmu direbus sampai mati?” canda Ji Dwi membuat A Ro tegang.

Ji Dwi pun tersenyum geli melihat betapa tegangnya A Ro.

Bersambung Episode 10 Part 2


0 komentar

Posting Komentar